Minggu, 15 April 2012

Taukah kalian, SMA Teruna Bakti dulunya bertempat di Fak-Fak? Berikut gambaran dan kondisi SMA Teruna Bakti dari tahun 1963 hingga saat ini.


 SEJARAH SMU YPPK TERUNA BAKTI - WAENA 
( Keterangan Foto :  Proses pembangunan perumahan Belanda yang sering disebut dengan istilah "Benteng Belanda" disamping lapangan Bola SPG/SMU Teruna Bakti Waena di tahun 1950-an. Sumber foto:Theopilus Obed Lay, Alumni Teruna Bakti'97. Lokasi SMU Teruna Bakti diberikan oleh Ondoafi Waena yang sekarang masih hidup yaitu bapak Ramses Ohee, sebagai perhatian kepada Gereja dan Pemerintah pada saat itu )

SMA YPPK Teruna Bakti Waena yang kita ketahui saat ini merupakan gambaran sekolah modern di kota-kota besar. Padahal dibalik modernisasi yang ada saat ini, Teruna Bakti menyimpan banyak cerita yang pastinya teman-teman belum mengetahuinya.
           Berawal dari SPG (Sekolah Pedidikan Guru) yang pada masa penjajahan Belanda dinamakan ODO ini berkedudukan di Fak-Fak. Kemudian setelah Papua beralih ke Republik Indonesia pada tahun 1963 sistem pendidikannya pun diubah. Pendidikan guru yang terendah ini diubah namanya menjadi SGB. Rencana awalnya, SGB ini akan didirikan di Wagetse. Namun pendiriannya di Nabire ini belum sampai satu tahun kemudian dipindahkan lagi ke Kokonao.
          Akhirnya setelah tahun 1965, Keuskupan mulai mengikuti perkembangan pendidikan di Tanah Papua. Sehingga mulai membenahi status pendidikan yang ada. Tamatan SGB dan SMP yang sudah mengajar tetapi belum berkeluarga dapat melanjutkan kejenjang ke SGA.
Sedangkan ODO ditingkatkan menjadi SPG. Kebijakan keuskupan pun akhirnya berubah. SGB dan SGA dilebur menjadi SPG yang ditempuh selama 6 tahun. SGB bertempat di Kokonao. Sedangkan SGA berkedudukan di Biak.
      Seiring berkembangnya pendidikan di Papua, mengakibatkan semakin banyaknya siswa yang ingin menimba ilmu. Sehingga salah satu LSM asal Belanda tergerak hatinya untuk mendirikan sekolah. Sekolah katolik dipusatkan di Waena, Jayapura. Sedangkan sekolah protestan ditempatkan di Biak.
Nah, mulailah SGB Teruna Bakti ini beroperasi di Waena sejak tahun 1971. Namun selang satu tahun kemudian, tepatnya tahun 1972 SGB dihapuskan kemudian diubah menjadi SPG.
Sebenarnya dalam rentan waktu dari tahun 1962 hingga 1968 sekolah ini belum diberi nama. Pada tahun 1968 barulah diberi nama oleh Sr. Warson, seorang biarawati dari Ternate yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Sekolah SPG Teruna Bakti.
        Sekolah Pendidikan Guru (SPG) ini berjalan lancar hingga tahun 1989. Pada tahun 1990 SPG Teruna Bakti tidak lagi menerima murid baru karena mulai mengalami peralihan menjadi SMA. Dan hingga saat ini, SMA YPPK Teruna Bakti tetap eksis dengan melahirkan putra putri Bangsa yang berkualitas. Kepala sekolah yang pernah menjabat di SMA YPPK Teruna Bakti diantaranya Bapak Bambang Sutaji, Bapak Karsinu, Sr. Jeannette, Ibu Veronika dan saat ini dijabat oleh Bapak Kornelius Tamakaengi.
Banyak penghargaan yang sudah kita raih. Berbagai bidang studi yang ditandingkan berani digasak oleh anak-anak SMA Teruna Bakti dalam meraih prestasi. Ditambah lagi dengan prestasi dalam berbagai bidang olahraga dan ekstrakulikuler lainnya. Sungguh prestasi yang patut dibanggakan dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita yang telah menyelesaikan pendidikan di SMA YPPK Teruna Bakti. #Brigitta M.

fb comment box

4 komentar:

  1. SMA Teruna Bakti always n forever deh...
    Rindu smua kenangan2 di TB,,knagen temen2,,kngen guru2,,n kngen suasana skul...:):)

    BalasHapus
  2. Memang sampai tua-tua SMU Jaya...:-)

    BalasHapus
  3. Mantap flory... yg ini sangat Di butuhkan...

    BalasHapus