![]() |
| P. John Kore, OFM , Mantan Rektor Seminari saat ini sedang studi S2 Psikologi Pendidikan di Yogyakarta |
Awalnya
kedatangan saya ke Yogyakarta ingin mengadakan pertemua dengan Alumni Teruna
Bakti, namun kurang lengkap jika tidak bertemu dengan Mantan Rektor Seminari
yang berkarya sejak tahun 2002 hingga tahun 2010 dan anak-anak emasnya sedang
menyelesaikan kuliah di Yogyakarta ( angkatan TB 2007 ). Pastor John Kore, OFM
sebelum menjadi Pastor, beliau adalah Pembina sejak saya masih di Seminari
St.Fransiskus Asisi ( Asrama Teruna Bakti ). Sejauh yang saya kenal beliau
sangat menghayati kaul Fransiskus Dari Kota Asisi – Roma. Ptr. Joko, OFM sapaan
akrab saudara-saudara Fransiskan ini adalah sosok yang pendiam namun suka
bekerja keras, beliau berasal dari keluarga sederhana di Timor, sejak kecil
Ptr. Joko, OFM mengalami perjuangan hidup untuk bisa bersekolah dan menjadi
seorang Pastor. Asrama Teruna Bakti disulap oleh Pater Joko menjadi seminari
dengan fasilitas yang memadai, program belajar mulai dari KPP hingga KPA (
program pendidikan normal anak seminari menengah selama lima tahun ). Pater Joko,OFM Menyempurnahkan program pendidikan seminari yang awalnya hanya LPKM ( Lembaga Pendidikan Kader Menengah )
Ptr. Joko,OFM antusias dengan perkembangan pendidikan bagi orang muda, sehingga segala cara akan ditempuh untuk menajamkan nalar seseorang melalui disiplin pendidikan. Usaha Ptr. Joko, OFM sering mendapat dukungan dan kritikan namun pater selalu berjalan dalam doa, alhasilnya beberapa alumni seminari sekarang sudah memakai juba pastor dan siap melayani Papua. Ketika saya menanyakan pater, apa pentingnya sebuah ikatan alumni, pater dengan antusias mendorong alumni TB berkarya bagi Papua mengingat banyak yang sudah berhasil. Bahkan lebih dari itu pater mendesak Alumni Teruna Bakti melanjutkan mimpi yang pernah disusun oleh Ptr. Darmin Mbula, OFM menjadi sekolah unggulan di Indonesia yang ada di ujung timur. Selanjutnya Pater mengarahkan saya untuk bertemu dengan Ptr. Dr. Darmin, OFM di Jakarta pusat untuk membuka kembali mimpi yang pernah ada, Pater Joko, OFM pun siap jika dipanggil oleh Keuskupan Jayapura mengembangkan pendidikan di Papua termasuk melanjutkan mimpi yang pernah ada di Teruna Bakti.
Ptr. Joko,OFM antusias dengan perkembangan pendidikan bagi orang muda, sehingga segala cara akan ditempuh untuk menajamkan nalar seseorang melalui disiplin pendidikan. Usaha Ptr. Joko, OFM sering mendapat dukungan dan kritikan namun pater selalu berjalan dalam doa, alhasilnya beberapa alumni seminari sekarang sudah memakai juba pastor dan siap melayani Papua. Ketika saya menanyakan pater, apa pentingnya sebuah ikatan alumni, pater dengan antusias mendorong alumni TB berkarya bagi Papua mengingat banyak yang sudah berhasil. Bahkan lebih dari itu pater mendesak Alumni Teruna Bakti melanjutkan mimpi yang pernah disusun oleh Ptr. Darmin Mbula, OFM menjadi sekolah unggulan di Indonesia yang ada di ujung timur. Selanjutnya Pater mengarahkan saya untuk bertemu dengan Ptr. Dr. Darmin, OFM di Jakarta pusat untuk membuka kembali mimpi yang pernah ada, Pater Joko, OFM pun siap jika dipanggil oleh Keuskupan Jayapura mengembangkan pendidikan di Papua termasuk melanjutkan mimpi yang pernah ada di Teruna Bakti.
Tahun 1997 s/d
2002, SMA Teruna Bakti dan Asrama dipimpin oleh seorang Rektor dari
persaudaraan Fransiskan ( OFM ) . Teruna Bakti pada saat itu ingin disulap
menjadi sebuah sekolah unggulan yang mampu tampil di Indonesia walau berada di
ujung Indonesia Timur. Pater Doktor
Darmin Mbula, OFM, dengan sapaan “Bapak Darmin” oleh anak-anak asrama.
Pater Darmnin dikontrak oleh Keuskupan Jayapura untuk memimpin Teruna Bakti dengan pertimbangan memiliki ide, konsep dan berani
membuat suatu perubahan pendidikan. Sambil memimpin Teruna Bakti, Bpk.Darmin
pergi ke daerah Paniai. Timika, dan Wamena untuk menyeleksi
putra putri terbaik untuk tinggal dan bersekolah di SMA YPPK Teruna Bakti. Saya
salah satu orang yang direkrut Bpk.Darmin di Wamena waktu masih bersekolah di
SLTP N 2 Wamena dengan mengatakan "masuk saja di Seminari Teruna Bakti karena hanya di situ terdapat fasilitas musik dan indoo lapangan basket",
ternyata kenyataannya lain karena fasilitas itu masih dalam sebuah mimpi yang
ingin dibangun secara bersama-sama. Bpk.Darmin memiliki angkatan emas yaitu
angkatan lulusan 2001. Angkatan emas ini bukan dimanja melainkan ditempa dengan
mental dan spiritual yang tidak main-main, bahkan nyawa Bpk.Darmin pernah
diancam dengan busur dan anak panah akibat pendidikan asrama yang disiplin dan
militant. Tidak mundur oleh gertakan itu, Bpk. Darmin mengajak angkatan 2001
untuk membangun kualitas diri dengan OLAH OTAK – OLAH HATI – OLAH RAGA. Bapak
Darmin juga mengajak anak-anak asrama memikirkan konsep Teruna Bakti
mulai dari SD Teruna Bakti, SMP Teruna Bakti hingga Kampus Teruna Bakti
dilengkapi dengan Stadion Sepak Bola, Ruang Konser Seni, dan Indoor Basket
dengan mempertimbangkan tanah SMA Teruna Bakti masih ada sekitar 6 hektar. Bpk.
Darmin melakukan kerja sama dengan Managemen Persipura Jayapura untuk
menjadikan lapangan bola SMA Teruna Bakti menjadi Lapangan mandala ke-dua
khusus untuk latihan Tim Persipura dengan subtansi anak-anak SMA Teruna Bakti
mendapat akses menjadi pemain bola kaki di Persipura. lapangan bola teruna bakti akhirnya dirapikan menggunakan alat berat, rumputnya diperlihara dan siap dibuat stadion mini managemen PERSIPURA. Selain itu juga Bpk.
Darmin berani membeli pelatih Basket ber-licency Nasional dengan jaminan
rumah dinas Keuskupan, yaitu Bp. Frans Liptiay yang awalnya di Teruna Bakti tapi sudah
pindah ke sekolah lain. Untuk mengukur sejauh mana anak-anak TB bisa
berprestasi dan bisa berorganisasi Bpk.Darmin mengajak anak-anak Arama, OMK
Kotaraja dan OSIS SMA TB angkatan 2000 pada saat itu dipimpin oleh sdr.Rima
Making mengadakan PORSENI SMA Katolik Se-Jayapura ( Jayapura – Sentani –
Keerom ). Alhasilnya seluruh Piala PORSENI putra-putri diboyong oleh SMA TB (
basket, sepak bola, volley, vocal grub, jacko-dancer, yospan, badminton, tenis
meja, dll). Sebelum Bpk.Darmin meninggalkan Teruna Bakti, beliau membeli satu
set alat Band untuk Asrama Teruna Bakti, saya langsung teringat akan rayuan
Bpk.Darmin sewaktu saya di Wamena dan mimpi itu terpenuhi ketika angkatan 2000, 2001, dan Bpk.Darmin angkat kaki dari Teruna Bakti. Namun masih ada mimpi
yang belum terpenuhi. Berikut hasil Pra Reuni saya dengan Bapak Darmin di
Sekertariat Pemuda Katolik Jakarta Pusat.
Pertanyaan
Refleksi Ptr.Dr.Darmin Mbula, OFM
- Apa Sumbangan SMU YPPK Teruna Bakti Untuk Papua ???
- Apa Sumbangan Alumni SPG dan SMA YPPK Teruna Bakti untuk SMA Teruna Bakti saat ini ???
- Alumni Perlu memikirkan dan memfasilitasi adanya Asrama Teruna Bakti lagi, dengan mengumpulkan anak-anak Papua dari daerah-daerah di Pedalaman untuk disekolahkan di SMA Teruna Bakti.
- Alumni TB yang sudah bekerja saat ini di daerah-daerah harus merekomendasikan putra-putri di Daerah untuk masuk ke SMA Teruna Bakti ( menjadi Imam Pastor itu soal nomor dua ).
- Perlu memikirkan GRAND DESAIN adanya SD Teruna Bakti dan SMP Teruna Bakti.
- Alumni dan SMA TB perlu memikirkan “suport” anak-anak SMA Teruna Bakati melalui Kurikulim Pendidikan, Komputer, Internet, sehingga para siswa bisa tampil secara Demokratis dan Partisipatif, bila peru ditambah dengan pelajaran Bahasa Spanyol dan Arab.
- Alumni Harus membuat pemetaan terhadap siwa/I SMA Teruna Bakti yang akan memilih jurusan perkuliahan, dengan melihat kebutuhan di Papua, dalam kebutuhan Legislatif, Eksekutif, Kesehatan, Pendidikan, Penguatan Ekonomi dan lain-lain.
- Alumni Teruna Bakti perlu memikirkan adanya sebuah Yayasan agar alumni dapat bertahan, mempunyai kekuatan hokum dalam segala pergerakan, dan dapat memberikan kontribusi besar terhadap SMA Teruna Bakti.
- Bpk.Darmin mengusulkan perlu mengadakan seminar sehari sebelum diadakan Temu Kangen Akbar untuk menyatukan Visi dan Misi alumni Teruna Bakti, dan Bpk. Darmin siap hadir.
- Ptr. Darmin siap menjadi Pastor Moderator bagi Alumni Teruna Bakti yang berada di Jakarta.
![]() |
| Ptr. Dr. Darmin Mbula, OFM. Mantan Rektor Seminari |
Biodata
Ptr.Dr.Darmin Mbula, OFM
- SD Katolik Benteng Jawa Manggarai Flores ( 1970 – 1976 )
- SMP Seminari Pius 12 Kissol Manggarai Flores ( 1976 – 1979 )
- SMA Seminari Pius 12 Kissol Manggarai Flores ( 1979 – 1983 )
- Postulan di Pagal – Flores ( 1984 )
- Novisiat di Depok – Bogor ( 1985 )
- Sekolah Tinggi Filsafat di Driarkara, Teologi di Sanata Dharma ( 1985 – 1990 )
- Kaul Kekal tahun 1991, Tabisan Imam pada tahun 1992
- Pasca Sarjana tahun 1994, dilanjutkan dengan Doktor Managemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.
Pekerjaan selain
Profesi Pastor Saudara Fransiskan :
- Direktur Yayasan St.Fransiskan Jakarta
- Konsultan Pendidikan Yayasan Yosep YMY Yayan Belar Minus.
- Dosen di Universitas Atma Jaya ( Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Pendidikan )
- Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu komunikasi dan Sekertaris TARAKANITA Pondok Kelapa Jakarta
- Trainers Leadher Shep dan Pegembangan Diri dari Majelis Pendidikan Katolik,


Tidak ada komentar:
Posting Komentar