Selasa, 31 Juli 2012

Lampu Kuning di Kota Kembang


Pra Reportase Buletin Alumni Teruna Bakti - Bandung, 31 Juli 2012
Kemacetan di Kota Bandung
Hasil Survei majalah Time tahun 1990, Bandung menjadi Kota Teraman Di Dunia, selain Kota Metropolitan terbesar di Jawa Barat. Kota ini terletak 140 km dari Tenggara Jakarta. Kota Terbesar ke tiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya ini bisa ditempuh menggunakan Pesawat Udara di Bandar Udara Husein Sastranegara, dan Kereta Api  di Stasiun Bandung dengan Rute : Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Lagu Nasional “Halo-halo Bandung” yang biasa kita nyanyikan sejak SD melengkapi Sejarah “Bandung Lautan Api” melalui peristiwa 24 Maret 1946 para pejuang kemerdekaan membakar Kota Bandung sebagai strategi merebut Bandung dari tangan Penjajah.
Penduduk mayoritas di Bandung adalah Etnis Sunda diikuti Etnis Jawa dan para perantau di Kota Bandung. Kota Kembang merupakan sebutan lain untuk Kota Bandung, karena pada jaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. 
Bandung memiliki 130 Perguruan Tinggi, terkenal di antaranya : Universitas Katolik Parayangan (UNPAR ), Institut Teknologi Bandung ( ITB ) , Institut Teknologi Harapang Bangsa, dan yang menjadi incaran calon pemimpin di Papua adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ).  Setiap tahun, angkatan Alumni SMA YPPK Teruna Bakti menimbah ilmu di 130 perguruan Tinggi yang tersebar di Bandung.
Beberapa Alumni TB Bersekolah di IPDN Bandung
Mengunakan hasil survei di atas, maka saya mencoba mengadakan komunikasi dengan beberapa alumni TB di Bandung, melalui Jejaring Facebook. Selain ingin bertemu dengan para alumni TB, saya juga mengamati industri cloating baju dan Distro di Bandung yang berjumlah 1.100 cabang usaha, dibantu oleh konsultan khusus untuk T-Shirt dan Distro dari sekolah Cloating di Bandung, kami mencoba merancang baju Keluarga Teruna Bakti yang sederhana. Sulitnya komunikasi di Bandung membuat saya pesimis bisa bertemu dengan alumni TB, apalagi banyak alumni yang sedang libur ke Papua. Namun  Alumni TB 2008 yang ada di Bandung rupanya  optimis untuk berdiskusi di Bandung Indah Plaza ( BIP ).  Awalnya saya yakin akan bertemu dengan 5 orang alumni di Bandung, karena alumni TB yang bersekolah di IPDN ada di asrama dan sulit mendapat ijin. Ketika sampai di BIP saya kehilangan komunikasi dengan beberapa orang alumni TB yang sudah mengadakan janji, namun saya bisa bertemu juga dengan dua orang alumni TB angkatan 2008 yaitu : Ignata Shomba dan Sherly Tehtool selanjutnya kami mengadakan diskusi di sebuah cafĂ©. Berikut hasil diskusi dan rekomendasi dari Alumni TB di Bandung :
·               Kota Bandung sangat besar dan kami sulit bertemu dengan alumni Teruna Bakti yang ada di Bandung, namun ketika kami bertemu kami merasa tidak sendiri di kota besar ini, kami merasa di sini ada saudara kami.
·           Kota Bandung memiliki berbagai tawaran, jika anak muda tidak pintar-pintar bergaul di sini maka tujuan datang ke Bandung bisa kandas di tengah jalan. Sesama Alumni TB bisa hadir untuk saling mengingatkan sebagai saudara. Dan kami ingin adik-adik SMA TB yang baru tamat dan akan ke Bandung harus menjalin komunikasi dengan alumni TB di Bandung agar kakak-kakak alumni di Bandung bisa memasang “lampu kuning” dalam hal irama hidup kota besar.  
·               Alumni TB yang paling dekat seperti Jakarta bisa membangun komunikasi bersama dengan alumni TB di Bandung.
·               Kami senang jika suatu saat ada reuni Ikatan Alumni Teruna bakti se-pulau Jawa seperti yang diusulkan oleh Alumni TB yang ada di Jogyakarta.
Sekian cerita singkat saya dari kota Bandung, terimakasih atas perhatian dan dukungan para Alumni TB yang ada di Bandung. Selanjutnya pertemuan akan diadakan dengan alumni TB di Jakarta. PRO ECLESIA ET PATRIA. ( Reportase By : Ketua Alumni TB )
Diskusi Pra Reuni Alumni TB di BIP Bandung 

fb comment box

1 komentar: